Santunan Anak Yatim, Dhuafa, dan Janda Kurang Mampu: Wujud Nyata Kepedulian Sesama
Berbagi kepada sesama adalah salah satu bentuk ibadah yang mulia. Terlebih lagi, memberikan santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan janda yang kurang mampu merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
Melalui acara Santunan Anak Yatim, Dhuafa, dan Janda Kurang Mampu, kita diajak untuk menebar kebaikan dengan berbagi rezeki dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Di tengah kesibukan duniawi, ini menjadi pengingat bahwa harta yang kita miliki bukan semata-mata milik pribadi, melainkan ada hak orang lain di dalamnya.
Sedekah dan santunan tidak akan mengurangi harta, justru akan membuka pintu keberkahan dan melapangkan jalan menuju surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin, bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari jadikan momen ini sebagai ladang amal, tempat kita menanam benih kebaikan yang akan tumbuh menjadi pahala berlipat ganda di akhirat kelak. Semoga langkah kecil ini menjadi awal bagi kebaikan-kebaikan lainnya yang akan terus mengalir.
✨ Berbagi itu indah, peduli itu mulia. Mari bersama mengukir senyum di wajah mereka.